Ijazah Kyai Pamungkas: AJIAN SEMAR PUTIH KINASIHAN
Dengan ilmu pengasih yang satu ini seseorang akan dicintai oleh semua makhluk. Bukan hanya manusia, tapi setan marakayangan pun bisa berubah sayang…
Ajian Semar memang banyak ragamnya. Dari sekian banyak Ajian Semar, kesemuanya memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. Walaupun semua ajian semar memiliki daya kesaktian. Sebagaimana filsafat Semar yang menggambarkan perilaku yang arif, humoris, bijaksana dan welas asih terhadap semua makhluk ciptaan Sang Hyang Agung (Allah), maka sudah selayaknya kita menggunakan Ajian Semar untuk kebaikan dan menolong makhluk yang lemah.
Pada kesempatan kali ini penulis mencoba untuk membedah mantra keramat “Semar Putih Kinasihan”. Sejarah ilmu ini kami kisahkan secara singkat di bawah ini…
Pada tahun 1933, Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda. Hidup pada saat itu sangat susah. Banyak maling dan begal berkeliaran dimana-mana. Hampir setiap hari ia mendengar ada orang yang mati. Baik itu dibunuh oleh pencoleng ataupun kompeni.
Kondisi pada waktu itu memang sangat parah. Bahkan untuk mencari sesuap nasipun susah. Banyak di kalangan rakyat jelata yang mengkonsumsi bedogol pisang untuk makanan pokoknya. Di tengah-tengah kejahatan dan kelaparan yang merajalela, Ki Kus berpikir untuk selamat dari kondisi yang mengerikan tersebut.
Kus muda berpikir bahwa untuk selamat dari kondisi tersebut maka dirinya harus disukai oleh semua makhluk hidup yang menghuni bumi ini. Baik lawan maupun kawan, entah itu hewan ataupun setan marahkayangan, semua makhluk hidup itu harus menyukai dirinya. Dengan demikian ia akan selamat dan rejekinya mudah. Karena semua makhluk yang mempunyai nyawa mengasihi dan berpihak kepadanya. Seperti apakah mantra “Semar Putih Kisahan itu? Di bawah ini penulis menjelaskan secara gamblang dan tidak ditutup-tutupi.
Karena pada dasarnya ilmu ini sebagai sarana ukhuwah untuk mempersatukan umat sehingga semua makhluk hidup saling menyayangi dan mengasihinya. Mantranya sbb:
“Bismillahirrohmanirrohim Ampar Manik,
Sapa sing tetapa sajeroning banyu
Semar putih kinasihan, Ingsun ya Semar Putih kinasihan
Guru lulut dewa ratu
Pada welas pada asih maring badan ingsun
Sedulurku sewu rong ewu
Pada welas pada asih,
Pada kanyut pada lulut Maring badan ingsun
Langgeng tan kena owah.”
Tata cara:
Puasa selama tiga hari. Tiga hari tersebut harus di cari yang jejemnya sama dengan 40 misal: Selasa Kliwon 11 disambung Rabu Manis 12 disambung Kamis Pahing 17 (11+12+17=40).
“Anda juga bisa melakukan puasa pada hari :
● Rabu pon – Kamis Wage – Jum’at Kliwon.
● Jum’at Pahing – Sabtu pon – Ahad Wage.
● Sabtu Kliwon – Ahad Manis – Senin Pahing.
Dari puasa tersebut berbuka hanya dengan bebatian (pala pendem). Selama puasa dilarang memakan selain pala pendem. Macam pala pendem: ketela pohon, ubi dan jenis umbi-umbian lainnya. Pala pendem nya boleh ditambah garam buat perasa.
Semoga pengasihan ini dapat membantu Anda menemukan rasa percaya diri anda terhadap semua makluk yang ada di bumi ini. Dengan rasa percaya diri Anda akan menjadi orang sukses. Aamiin. Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
